Cekskor

Modric Jadi Saksi Sidang Korupsi di Kroasia

Cekskor.com - Liburan musim panas Luka Modric terganggu. Pasalnya, ia harus menghadiri sebuah persidangan di Kroasia, Selasa (13/6).

Gelandang Real Madrid ini dijadikan sebagai seorang saksi kunci dalam sebuah sidang korupsi yang melibatkan seorang mantan direktur Dinamo Zagreb, mantan klubnya pada 2003-2008. 

Modric menyatakan bahwa ia memiliki kesapakatan dengan mantan direktur Dinamo, Zdravko Mamic, untuk membayar kepada klub tersebut 50 persen dari nilai transfernya ke Tottenham Hotspur pada musim panas 2008. 

Pemain berusia 31 tahun ini mengklaim nilai transfer ke klub London Utara tersebut berkisar antara 21 hingga 23 juta euro. Mamic dituduh telah melakukan penghindaran pembayaran dan penggelapan pajak. 

Modric, yang pindah ke Real Madrid pada 2012, menjelaskan setelah sejumlah uang dimasukkan ke rekening ban Dinamo dan miliknya di Kroasia, ia memberikan sejumlah uang yang tak disebut secara spesifik secara tunai kepada adik pria (Zoran) dan putra Mamic. 

"Tujuan saya ketika itu adalah untuk melunasi semua orang saya kepadanya (Mamic), sehingga saya tak berutang padanya apa pun di masa depan," ungkap Modric.

Modric bukan satu-satunya yang hadir di persidangan korupsi yang melibatkan Mamic. Sejumlah mantan pemain Dinamo yang sudah pindah ke klub lain juga akan dihadirkan sebagai saksi. 

Mamic diduga melakukan penggelapan melalui kesepakatan yang direkayasa yang dibuatnya dalam transfer beberapa pemain Dinamo ke klub-klub luar negeri. 

Rabu (14/6), bek Liverpool, Dejan Lovren, akan hadir di persidangan terkait transfernya dari Dinamo ke klub Prancis, Olympique Lyonnais, pada 2010. 

Mamic, Zoran, dan dua orang lainnya dituduh menggelapkan banyak senilai 12 juta euro dari uang Dinamo sejak 2008. Ia dan kroninya dinyatakan tak membayar pajak hingga 1,6 juta euro.

Keempat orang tersebut telah menyangkal melakukan hal tersebut. Mereka juga telah dibebaskan dari penjara dengan menggunakan jaminan. Mamic memang dianggap sebagai orang yang paling berpengaruh di sepakbola Kroasia.

Ini juga menjadi alasan pengadilan Mamic dipindah ke Kota Osijek. Sebab, bila diadakan di Ibukota Kroasia, Zagreb, Mamic akan menggunakan pengaruhnya untuk mencampuri keputusan para juri. 

Mamic puas terhadap kesaksian yang diberikan oleh Modric, tapi ia tetap mengutuk pengadilan Kroasia. 

"Pengadilan ini adalah sebuah pertunjukkan yang konyol dan menjijikan," klaim Mamic setelah sidang dengar pada Selasa. 

(CS/Indra)




Berita Terkait