Cekskor

Massa Sarankan Alonso Tinggalkan F1

Cekskor.com - Meksi sama-sama pernah berada di satu tim di Ferrari, situasi Felipe Massa dan Fernando Alonso saat ini sangat bertolak belakang. Massa seolah menemukan kembali gairah balapan di F1. 

Padahal, pembalap Brasil ini pernah menyatakan pensiun dari ajang balap jet darat tersebut pada akhir 2016. Namun, tak lama kemudian, Massa dengan senang hati menerima pinangan Williams untuk berlomba bersama mereka lagi pada 2017. Massa dipanggil Williams untuk kembali untuk menggantikan Valteri Bottas yang cabut ke Mercedes. 

Dari tujuh balapan yang sudah digelar di F1 2017, Massa mencetak hasi finis keenam dan kesembilan masing-maing dua kali, finis ke-13, 14, dan satu kali gagal finis (GP Kanada). Hasil-hasil ini membuat permbalap berusia 36 tersebut mengepak 20 poin dan menghuni peringkat ke-10 di klasemen. 

Posisi Massa lebih baik sembilan tingkat daripada Alonso. Juara dunia dua kali dari tim McLaren-Honda ini belum meraih satu poin pun. Alonso bahkan cuma mampu menyelesaikan tiga dari tujuh balapan. Posisi finisnya adalah ke-12, 14, dan 16. Di empat balapan lainnya, pembalap Spanyol berusia 35 tahun ini gagal finis dua kali, gagal start satu kali, dan dan absen satu kali (GP Monako). 

Massa dan Alonso pernah empat tahun bersama di Ferrari (2010-2013. Masuk akal, Massa sangat mengerti seperti apa Alonso. Massa pun menyarankan agar Alonso meninggalkan F1 bila tak merasakan bahagia lagi.

"Saya rasa jika kita tak mengalami waktu yang bagus, yang terbaik adalah pergi. Ia tampaknya tak menikmati saat ini, jadi mungkin ia akan pergi. Fernando mengeluhkan tentang F1 karena ia tak mendapatkan sebuah mobil yang bagus," kata Massa kepada koran Spanyol, El Confidencial. 

"F1 saat ini sama dengan era 1980an. Sekarang, dengan Liberty Media, kami mengarah ke tujuan yang benar untuk menarik orang-orang. Namun, terhadap mobil, kami belum membuat sebuah perbedaan. Sebab, jarak antara Mercedes dan Ferrari dan yang lainnya sangat lebar. 

"Tim-tim kecil seharusnya diberi lebih banyak kesempatan. Namun, hingga Concorde Agreement berikutnya yang ditandantangani pada 2020, itu mustahil."

(CS/Indra)




Berita Terkait