Cekskor

Rossi Target Comeback di Motegi

Cekskor.com - Valentino Rossi hanya bisa pasrah dengan kondisi patah kakinya akibat kecelakaan saat latihan. Il Dottore pernah mengalami cedera serupa dan butuh 40 hari untuk pulih total. Juara dunia MotoGP tujuh kali ini sudah absen dari MotoGP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano, pekan lalu. 

Rossi tak mau memaksakan diri turun di MotoGP Aragon pekan depan. Yamaha pun sudah menunjuk pembalap World Superbike mereka, Michael van der Mark, untuk menjadi deputi Rossi di Aragon. 

Namun, Rossi menargetkan untuk turun pada MotoGP Jepang di Sirkuit Twin Ring, Motegi, pada 15 Oktober. 

"Saya belajar dari waktu lalu bahwa pada fase pemulihan ini, kita harus hidup hari demi hari," kata Rossi kepada MCN.

"Ini sangat tergantung pada bagaimana kaki kita terasa, seberapa sakit yang dirasa. Kami sudah bekerja dan kami berusaha kembali balapan secepat mungkin. Balapan setelah Misano adalah Aragon, tapi saya rasa akan sangat sulit bisa ikut di sana karena itu baru 22 hari setelah cedera -- hanya tiga pekan.

"Kami harus menggandakan waktu itu, atau bahkan 40 hari. Kali terakhir saya kembali setelah 40 hari. Namun, kali ini, cederanya semakin membalik, rasa sakitnya jauh berkurang, tapi ini masih sangat dini mengatakannya. 

"Jika saya tak siap untuk Aragon, saya akan kembali di Motegi. Kaki masih sakit, tapi secara umum saya baik-baik saja dan sakit mental lebih buruk. Sangat disayangkan membuat begitu saja kesempatan menjadi juara dan kesempatan berlomba di depan fans saya di Misano."

Rossi juga membeberkan kronologis kecelakaan yang dialaminya. Menariknya, Rossi membantah bahwa cedera di kaki kanannya tersebut terjadi karena ia sedang menggeber kencang motornya atau tengah berlomba. Justru insiden itu terjadi ketika ia sedang berkendara santai dengan teman-temannya. 

"Sayangnya, saya bersama dengan semua teman mengendarai sebuah motor enduro, melakukan tur keliling bukit di bagian tengah yang ada di belakang Urbino di pedesaan," cerita Rossi.

"Ini sebuah hal yang saya sudah lakukan sejak berusia 18 tahun bersama dengan ayah saya dulu sekali. Mendekati akhir, di salah satu bagian menuruni bukit dengan kecepatan rendah, saya kehilangan kendali, dan agar tak kecelakaan saya menurunkan kaki ke tanah. Namun, itu sedikit menurun bukit dan seluruh bobot motor bertumpu di kaki saya sehingga patah."

(CS/Indra)




Berita Terkait