Cekskor

GP Jepang: Hamilton Raih Pole, Mesin Alonso Jebol

Cekskor.com - Lewis Hamilton meraih pole pertamanya di Sirkuit Suzuka, Jepang, setelah menjadi yang tercepat pada kualifikasi, Sabtu (7/10). Tak cuma itu, pembalap Mercedes F1 Team, yang mencatat waktu tercepat 1 menit 27,319 detik, ini mematahkan rekor lap Michael Schumacher dengan margin 1,6 detik. 

Tak pelak, Hamilton sangat sumringah begitu menuntaskan kualifikasi di trek sepanjang 5,6 km tersebut. 

"Luar biasa! Ini sebuah hari yang sangat bagus dan tiap lap fantastis. Ini pole position pertama saya (di Suzuka). Saya kehilangan kesempatan untuk meraih pole position ini, jadi saya seperti 'saya harus memastikan saya berusaha keras hari ini'," kata Hamilton, yang pernah meraih pole position di Fuji, Jepang, pada 2007 bersama McLaren.

Rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, sesungguhnya merebut grid kedua. Namun, pembalap Finlandia ini terkena penalti mundur grid karena mengganti girboks untuk balapan pada Minggu (8/10).

Jadi, Sebastian Vettel yang sebelumnya berada di grid ketiga otomatis naik ke grid kedua. Artinya, juara dunia empat kali akan start berdampingan dengan Hamilton di barisan terdepan. Tak ayal, ini menimbulkan spekulasi tentang apa yang akan diperbuat Vettel pada tikungan pertama selepas start. Namun, Hamilotn menepis hal tersebut.

"Vettel tak akan lebih agresif daripada saya. Saya punya delapan meter. Saya harus memastikan saya menjaga delapan meter yang saya miliki dan memulai dengan bagus. Start biasanya bagus tahun ini," ungkap Hamilton. 

Nasib kurang beruntung dialami Fernando Alonso dengan McLaren-Honda. Pembalap Spanyol ini sesungguhnya finis di 10 besar pada kualifikasi. Namun, ia dipastikan harus start dari grid paling belakang karena terkena sanksi mundur 35 grid jelang latihan bebas terakhir pada Sabtu. 

Penalti diterima Alonso karena Honda memutuskan mengganti mesin lama mobil Alonso dengan yang baru. Ini dilakukan Honda setelah mereka menemukan kebocoran hidraulik pada mesin mobil Alonso. Pabrikan Jepang ini memutuskan mengganti mesin secara keseluruhan dariapda memperbaiki kebocoran tersebut.

"Ini sangat memalukan. Kami tak mengalami kerusakan mesin, kami cuma menemukan kebocoran hidraulik, yang bisa kami ganti jika kami menemukan masalahnya dengan waktu cukup, tapi kami tak mampu, itu alasan kami harus mengganti mesin," ungkapnya. 

(CS/Indra)




Berita Terkait