Persis Solo Tetapkan Standar Tinggi Dalam Merekrut Pemain
09-Januari-2018
Freddy Mulli (Pelatih/manajer Persis Solo) - Foto: Tribunnews.com
LIGA 2
Sekjen Persis Solo, Dedy M. Lawe, menegaskan tim tidak main-main dalam mendatangkan pemain baru. Pihaknya menetapkan standar tinggi, yakni pemain harus berasal dari tim yang musim lalu minimal finis di 8 Besar Liga 2.

 

Cekskor.com -  Sekjen Persis Solo, Dedy M. Lawe, menegaskan tim tidak main-main dalam mendatangkan pemain baru. Pihaknya menetapkan standar tinggi, yakni pemain harus berasal dari tim yang musim lalu minimal finis di 8 Besar Liga 2.

“Syukur-syukur bisa mendatangkan pemain dari Liga 1. Ini agar level permainan tim meningkat," terang Dedy.

Manajemen Persis juga menerapkan pengelolaan baru, dimana manajer dan pelatih dijabat atu orang. Awal musim ini Persis  mengambil langkah berani dengan mengikuti jejak tim-tim Eropa. Pelatih Freddy Mulli, didaulat menjadi coach manager yang artinya memiliki wewenang lebih dalam kebijakan tim termasuk transfer pemain.

"Laskar Sambernyawa" pun menjadi klub pertama di Liga 2 yang mengadopsi sistem coach manager. Musim lalu peran manajer masih diampu Damar A. Pranoto. “Kalau Anda tahu klub seperti MU [Manchester United], ya kira-kira begitulah tim akan dikelola,” ujar Dedys yang musim lalu menjabat Wakil Chief Executive Officer (CEO) Persis.

Dedy tak menampik tim melakukan langkah berani dengan menganut konsep coach manager. Dengan pelatih yang juga berfungsi sebagai manajer, manajemen tak berhak mengintervensi sejumlah kebijakan pelatih seperti pemilihan dan pencoretan pemain. Beberapa keputusan teknis terkait tim juga lebih cepat diputuskan dengan peran coach manager.

Hal ini sulit didapat ketika peran pelatih dan manajer dipisahkan. Apalagi jika manajer tersebut dipilih hanya karena kedekatan dan tak paham sepak bola modern. “Organisasi klub yang kuat dimulai dari struktur pelatih yang kuat. Tidak ada lagi intervensi pada pelatih. Di atas Freddy Muli sekarang hanya CEO dan pemilik klub,” terang Dedy.

Freddy Mulli tak sendiri dalam perannya sebagai manajer. Dia dibantu Asisten anajer, Sarwo Edi, serta beberapa staf yang masuk komite rekrutmen. Komite tersebut bertugas mengelola pemain dan memberi masukan pada Opa, sapaan akrab Freddy Mulli.

Sang pelatih menyebut pemberian peran coach manager adalah penghargaan luar biasa bagi dirinya. “Jelas ini tugas yang sangat berat, sempat kaget juga [ditunjuk coach manager]. Namun ini menjadi tantangan baru di dunia kepelatihan,” katanya.

(CS/Das)

KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kurang Sehat, Freddy Tinggalkan Persis Solo
24-Februari-2018
Persiapan PSPS Riau Tanpa Ansyari Lubis
23-Februari-2018
Semen Padang Terus Bersolek
20-Februari-2018
Herkis: PSS Sleman Masih Banyak Kekurangan
18-Februari-2018
Persiba Masih Terus Seleksi Pemain
12-Februari-2018
Uwak Resmi Tukangi PSPS Riau
09-Februari-2018
PSS Sleman Masih Butuh Tambahan Pemain
20-Januari-2018
Jandia Ingin Bela Semen Padang
16-Januari-2018
Tambun Gabung PSS Sleman
11-Januari-2018
Semen Padang FC Tak Mau Lama di Liga 2
10-Januari-2018
Loading...
REKOMENDASI
PSG Tetap Bikin Neymar Bangga
07-Maret-2018
Setelah Porto, Liverpool Kini Konsentrasi ke Manchester
07-Maret-2018
PRE Europa League: Lazio vs Dinamo Kiev
07-Maret-2018